Selasa, 03 November 2009

BEGITU SEMPURNANYA SANG ISTERI


SHALLOME,
KU tujukan khas untuk FIEY,
tidak lupa juga untuk melanaukian DSN




Seorang lelaki teruna dan kekasihnya berkahwin
dan majlis pernikahannya sungguh meriah.
Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan
dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.
Suatu acara yang luar biasa disaksikan.
Mempelai wanita begitu anggun dengan gaun putihnya
dan pengantin lelaki mengenakan kot hitam yang nampak segak.
Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan
bahawa mereka sangat saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian,
sang istri berkata kepada suaminya,
"Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah
tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan,"
katanya sambil menghulurkan majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat perkara-perkara yang kurang kita sukai dari pasangan kita.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana mengubah masalah tersebut
dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia"
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya
yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya
mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar
dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap membincangkannya.
"Ayang akan mulakannya ya", kata sang isteri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 muka surat.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya,
Dia memperhatikan bahawa airmata suaminya mulai mengalir.
"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.
"Oh tidak, teruskan sayang" kata suaminya.

Lalu sang isteri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar,
lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja
dan berkata dengan bahagia
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata
"Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku.
Aku berfikir bahawa engkau sudah sempurna,
dan aku tidak ingin mengubahmu.
Engkau adalah dirimu sendiri.
Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kuperhatikan kurang"

Sang isteri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta
serta isi hati suaminya.
Bahawa suaminya menerimanya apa adanya,
Ia menunduk dan menangis.

MORAL OF THE SHARING :

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, frust, dan sakit hati.
Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.
Hidup ini penuh dengan keindahan, penuh sukacita dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk,
mengecewakan dan menyakitkan jika kita hanya menemukan banyak hal-hal
yang indah di sekeliling kita?
Kita akan menjadi orang yang berbahagia
jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik
dan mencoba melupakan yang buruk.

Cinta tak pernah memandang kekurangan
orang yang kita sayangi dan kita cintai.

Cinta hanya akan membawa kebahagian
dan saling berbagi untuk memahami kekurangan masing-masing.
mencintai dengan seadanya,

Cinta tak pernah menyakiti,
yang sebenarnya adalah menambah kedewasaan
dan cara berpikir kita untuk memandang hidup,
sebagai kasih karunia Tuhan yang terbaik.
Cintailah semua makhluk dengan harapan semua berbahagia
AMEN!!!

FROM :

MACKENZIE AND JELEFFEY

Tidak ada komentar:

BIBLE SEARCH

Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results