Sabtu, 10 Oktober 2009

MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT


MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,David 58 tahun sehari suntuknya diisi dengan merawat isterinya yang sakit isterinya juga sudah tua. mereka
berkahwin sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikurniakan 4 orang anak disinilah awal cubaan menerpa,setelah
isterinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak boleh
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, masuk tahun ke tiga seluruh
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak boleh digerakkan lagi.

Setiap hari David memandikan, membersihkan kotoran, menyuapkan, dan mengangkat isterinya ke tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau isterinya tidak dapat berbicara tetapi dia selalu melihat isterinya
tersenyum, untunglah tempat kerja David tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi isterinya makan
siang. Petangnya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas senja berlabuh dia menemani isterinya menonton televisyen sambil menceritakan
apa-apa sahaja yang dia alami seharian.

Walaupun isterinya hanya boleh memandang tapi tidak dapat menanggapi, David sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda isterinya tatkala sebelum tidur.

Rutin ini telah pun dilakukan David lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
dia merawat isterinya bahkan sambil membesarkan keempat-empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bongsu yg masih menuntut di sekolah menengah.

Pada suatu hari ke empat-empat anak David berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Kerana setelah anak mereka berkahwin mereka telahpun tinggal dengan keluarga masing-masing dan David memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berjaya.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata " Ayah kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat ayah merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir ayah....... ..bahkan ayah tidak izinkan kami menjaga ibu" .

Dengan air mata berlinang anaknya itu melanjutkan kata-katanya "sudah yang keempat kalinya kami mengizinkan ayah berkahwin lagi, kami rasa ibupun akan mengizinkannya,

Sampai bila lagi ayah dapat menikmati masa tua ayah dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak sanggup melihat ayah terusan begini dan kami berjanji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergilir-gilir".

David menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anak mereka."
Anak-anakku ......... Jikalau perkahwinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin ayah akan berkahwin..... .tapi ketahuilah nak dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Cuba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan ayah bahagia, apakah batin ayah boleh bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan ayah yg masih diberi Tuhan kesihatan dirawat oleh orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."
Sejenak meledaklah tangis anak-anak David merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibU.David.. dengan pilu ditatapnya mata isterinya yang sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya David diundang oleh salah satu stesen TV swasta untuk menjadi tetamu dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada David kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Isterinya yg sudah tidak boleh berbuat apa-apa.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio
kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan sebak disitulah David bercerita.
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah sesuatu yang sia-sia.
Saya memilih isteri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sihat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu.. Sekarang dia sakit kerana berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya seadanya. sihatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"



Be blessed,

MACKENZIE BANYENG and JULEFFIEY JIPINES

Tidak ada komentar:

BIBLE SEARCH

Choose a Bible Book or Range
Type your text here
Ignore Case
Highlight Results